JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Aten Munajat menyayangkan masih menjamurnya Pekerja Seks Komersial (PSK) di Jabar. Hal itu, merupakan fenomena krisis sosial dan moral di masyarakat.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuturkan, maraknya lokasi mangkal PSK itu perlu menjadi perhatian serius.
“Itu krisis moral dan sosial yang serius. Dalam Islam, zina diharamkan karena merusak individu dan masyarakat,” cetusnya.
Baca Juga:Sarana Latihan Minim, Banyak Atlet Cimahi Beralih ke Daerah LainBupati Bandung Bahas Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah Bersama Bapenda
Berikutnya adalah membangun pemberdayaan ekonomi yang kuat. Hal itu untuk memberikan alternatif pekerjaan halal bagi PSK melalui pelatihan dan UMKM.
Sebelumnya, Jawa Barat jadi provinsi dengan lokasi Pekerja Seks Komersial (PSK) terbanyak, sebaran terbanyak ada di Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), dalam survei yang dilakukan 2024 mencatat lokasi PSK ada di di 79 titik di Jawa Barat.
Angka itu menunjukkan tertinggi jika dibanding provinsi lain, misalnya Jawa Timur dengan 70 lokasi, Jawa Tengah dengan 55 lokasi, Sumatera Utara dengan 37 lokasi, maupun Kalimantan Timur dengan 28 lokasi.(son)
