Hal ini juga penting untuk mengevaluasi akar masalah yang menyebabkan rapor pendidikan di Kota Banjar berada dalam kondisi buruk.
“Rapor Pendidikan 2024 seharusnya menjadi pemicu bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Banjar,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada, terutama dalam hal kualitas pembelajaran, akreditasi PAUD, dan Angka Partisipasi Sekolah (APS) demi kesetaraan pendidikan.
Baca Juga:Sidang Praperadilan Kebun Binatang Bandung, Kuasa Hukum Hadirkan 4 Saksi Bela Pengelola300 Ribu Kendaraan di Kabupaten Bandung Tunggak Pajak
“Rapor Pendidikan ini bisa dijadikan peta jalan untuk membangun pendidikan yang lebih baik di Kota Banjar,” ujarnya.
Data dari Kemendikbud menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 16-18 tahun pada tahun 2024 adalah 67,98 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 71,77 persen.
Selain itu, angka partisipasi sekolah (APS) untuk usia 7-18 tahun juga mengalami penurunan yang berkontribusi pada rendahnya rapor pendidikan Kota Banjar.
Persentase APS pada tahun 2024 tercatat sebesar 8,85 persen, sedangkan pada tahun 2023 mencapai 11,67 persen, menurun sebesar 2,82 persen. (CEP)
