“Saya enggak bisa pakai motor. Kalau minta anak antar, dia masih sekolah SMA. Jadi ya, jalan kaki saja,” tambahnya.
Hartini yang biasanya membeli gas di warung eceran kini harus mencari ke pangkalan sejak warung-warung kecil tak lagi mendapat suplai. “Semoga bisa normal lagi, biar gampang beli gas,” harapnya.
Keluhan dari warga penyandang disabilitas hingga pedagang kecil di Cimahi menunjukkan bahwa kebijakan distribusi gas LPG 3 kg masih perlu dievaluasi. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kesulitan ini tidak berlarut-larut. (Mong)
