Meski begitu, untuk modal membuka pangkalan atau agen Pertamina menawarkan berbagai paket pengadaan gas elpiji.
Pertamina mematok untuk menjadi pangkalan harus memiliki modal Rp 25 juta sampai dengan Rp 100 juta. Modal ini sudah termasuk biaya operasional dan sewa tempat.
Agen dan pangkalan harus memiliki kendaraan operasional pengangkut dan fasilitas lainnya yang menajdi persyaratan yang diberikan Pertamina.
Penyaluran Gas Pertamina
Baca Juga:Kebijakan Pembelian Gas Elpiji 3 Kg di Pangkalan, Bikin Rakyat Susah!Bus Sekolah Milik Pemkot jadi Besi Tua, Dishub Kota Bandung Tidak Bisa Ngurus!
Untuk penyaluran Pertamina akan mendistribusikan gas elpiji 3 kg dengan jumlah yang bervariasi yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.
Hal ini menunjukan bahwa membuka agen atau pangkalan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Belum lagi biaya resiko yang tidak terduga.
Jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan oleh pengecer, kebutuhan modal untuk membeli gas elpiji 3 kg relatif murah.
Pengecer biasanya menjual dengan kapasitas terbatas dari mulai 5 sampai 10 tabung saja. Jumlah ini tentunya tidak membutuhkan modal besar.
Pengecer biasanya mengambil keuntungan dari harga yang diberikan oleh agen atau pangkalan sekitar Rp 3.000 sampai dengan Rp 4.000.
Akan tetapi, penjualan kepada pengecer telah dilarang. Kebijakan ini justru menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan gas yang memiliki tabung berwarna hijau muda itu. (yan).
