Menurutnya, dengan tingginya kunjungan wisatawan membuat masyarakat sekitar berbondong-bondong untuk mengembangkan peluang usahanya seperti sentra kuliner, oleh-oleh dan atraksi-atraksi yang disajikan kepada masyarakat.
“Walaupun ini juga harus perlu pembenahan, supaya semua masyarakat bisa merasakan dengan dampaknya kunjungan wisatawan jumlah kunjungan wisatawan yang tinggi ke wilayah Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Spending Money Wisata di Kabupaten Bandung Masih Rendah
Meski mengalami peningkatan, Wawan menyebut jika perputaran uang dari sektor wisata ini perlu ditingkatkan. Lantaran spending money tempat wisata masih terhitung rendah dengan pengeluaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta per orang.
Baca Juga:Warga Tionghoa di Cimahi Harapkan Kelenteng untuk Rayakan ImlekSaung Sule Hadir di Kabupaten Ciamis, Ini Keunggulannya!
Terlebih tempat wisata di Kabupaten Bandung core bisnisnya masuk segmen wisata alam berbeda dengan kota-kota lain yang bisa mempersiapkan akomodasi hiburan yang sifatnya jasa.
“Tapi saya kira ini belum berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisata. Nah, ini mungkin harus ada strategi dari kita dari pemerintah daerah, bagaimana spending money di kita ini akan lebih tinggi,” katanya.
Wawan pun mencontohkan, misalkan satu penginapan ini di wilayah Bandung Selatan berkisar Rp 500 sampai Rp 1 juta per malam. Sehingga jika dua malam menginap para wisatawan mengeluarkan sekitar Rp 2 juta, belum termasuk belanja dan akomodasi yang lain.
“Disamping atraksi ada arung jeram, ada segala macam flying fox ya atau hiburan-hiburan yang lain. Itu bisa dianggap sebagai orang menghabiskan uang di Kabupaten Bandung di sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” terangnya.
