JABAR EKSPRES – Putri (33), seorang wisatawan asal Tangerang, mengungkapkan keluh kesahnya terkait penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (One Way) di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ia dan keluarganya terpaksa menunggu lebih dari sembilan jam karena kendaraan mereka diarahkan ke jalur one way yang mengarah ke Jakarta.
Akhirnya, setelah merasa tak sanggup lagi menunggu, Putri memilih untuk menyewa ojek online menuju tempat penginapannya. Sementara suaminya tetap tinggal di mobil untuk menunggu rekayasa lalu lintas selesai.
Pengalaman serupa juga dirasakan Wiwin (30), wisatawan asal Bekasi, yang terjebak di antrean menuju Puncak sejak pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Ia menyatakan rasa frustrasinya melihat panjangnya antrean kendaraan yang terhenti di Simpang Gadog.
Baca Juga:Tips Praktis Agar Pakaian Cepat Kering dan Bebas Bau Apek di Musim HujanEmilia Contessa Penyanyi Legendaris Meninggal Dunia
“Antreannya panjang banget sampai bawah, belum makan, belum mandi, cuma bisa makan baso cuangki dari tadi siang,” kata Wiwin. Ia juga menyebutkan bahwa anak-anaknya merasa rewel dan tidak nyaman dalam situasi itu. “Kita cuma ingin liburan, tapi malah jadi nyiksa anak-anak,” tambahnya.
Wiwin mengusulkan agar polisi memberikan giliran antrean yang lebih adil, dengan membagi waktu satu jam untuk tiap arah, baik dari Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya. “Kalau bisa satu jam satu arah, kita nggak masalah, yang penting adil,” ujar Wiwin.
Meskipun kecewa dengan pengalaman tersebut, Wiwin berharap agar sistem antrean bisa diperbaiki untuk kenyamanan para wisatawan.
