Eko lebih mendukung percepatan pembukaan interchange atau simpang susun Tol Cipularang KM 106 di Warung Domba, Cikalongwetan, Bandung Barat. Sebab, dirinya meyakini keberadaan akses gerbang tol itu akan lebih memecah kendaraan yang menggunakan akses Tol Pasteur.
“Sebetulnya saya suka wacana pembukaan jalur yang Cikalong (Walini). Karena gak numpuk di tol Pasteur. Jadi yang mau ke Lembang tinggal exit tol Ciwalini. Tapi tetap saya mengapresiasi wacana pembukaan tol Pasteur-Lembang,” sebut Eko.
“Kalau dari sisi barat sudah baik. Sersan Bajuri – Kolonel Masturi. Tinggal dari daerah Dago,” tandasnya.
Baca Juga:Curi 3 Poin di Blitar, Persib Kokoh di Puncak KlasemenViral, Aksi Heroik Emak-Emak di Bogor Gagalkan Pencuri Tabung Gas
Diketahui, wacana pembangunan Tol Pasteur – Lembang yang tercetus oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Dedi Mulyadi disambut baik oleh sejumlah pihak. Salah satu diantaranya oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kader partai Gerindra itu menyampaikan keinginannya saat menjamu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Terpilih Farhan-Erwin yang kemudian diunggah melalui akun YouTubenya. Dedi optimis pembangunan tol Pasteur – Lembang menjadi solusi untuk bisa mengatasi kemacetan di Bandung khususnya jalur Pasteur menuju pusat perkotaan Bandung.
“Pasteur-Lembang, saya juga rencana bikin tol. Bisa dari Pasteur bisa sebelum Pasteur, yang penting kemacetan di Pasteur terurai selesai. Artinya mereka yang bertujuan ke Lembang, gak usah lewat Pasteur. Itu harus selesai,” kata Dedi Mulyadi.
Menurutnya salah satu titik kemacetan yang paling parah ialah di Jalan Pasteur. Mengingat ruas ini merupakan akses keluar masuk tol, ditambah dengan ruas jalan yang tidak begitu lebar menjadi penyebab seringnya terjadi antrian kendaraan di kawasan ini.
