Penataan Angkot Jadi Kendala, Operasi BTS Cibinong-Puncak Batal

Ilustrasi: Transportasi publik Biskita Trans Pakuan saat melintas di shelter Jalan Pemuda, Kota Bogor beberapa waktu lalu. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Transportasi publik Biskita Trans Pakuan saat melintas di shelter Jalan Pemuda, Kota Bogor beberapa waktu lalu. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengadaan moda Transportasi Buy the Service (BTS) di Kabupaten Bogor untuk ruter Cibinong-Puncak batal beroperasi pada Februari mendatang.

Hal itu dikarenakan hingga saat ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Pemkab Bogor masih melakukan kajian.

Plt. Kepala BPTJ, Suharto menyampaikan, ada beberapa kajian yang perlu dibahas diantaranya yakni penataan angkutan kota dan titik pemberhentian atau shelter dari bus BTS tersebut.

Baca Juga:Diakhir Masa Kepemimpinannya, Pj Wali Kota Bandung Bicara Soal Target Realisasi ProgramPresiden Prabowo Targetkan Elektrifikasi Capai 100 Persen dalam 5 Tahun

Kata dia, perlu adanya penataan jaringan trayek dari angkutan kota yang ada sehingga kedepannya dapat tertata dengan baik.

“Tidak semua jaringan jalan yang ada di wilayah puncak yang memasuk ke akses utama puncak itu tidak semuanya bisa dilewati oleh angkutan kota atau angkot,”ucapnya.

Sebelumnya, Kemenhub melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) merencanakan layanan BTS Rute Cibinong-Puncak yang terintegrasi dengan Kota Bogor, pada tahun lalu.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menjelaskan, bus BTS Cibinong-Puncak ditargetkan beroperasi pada Februari 2025.

Dia menjelaskan, program transportasi bersubsidi akan menyediakan sekitar 15-20 unit bus untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak menuju kawasan Puncak maupun arah sebaliknya.

“Itu disubsidi oleh pemerintah, tinggal masyarakat bisa parkir motor di daerah Karadenan atau di mana. Tinggal naik bus dengan biaya yang sangat murah,”katanya, Kamis (26/12) lalu.

0 Komentar