JABAR EKSPRES – Jamrud, band legendaris asal Kota Cimahi yang lahir sejak 1989, terus mempertahankan eksistensinya di panggung musik Indonesia.
Tak hanya dikenal karena karakter musik yang khas dan penuh energi, tetapi juga karena lirik-liriknya yang nyeleneh dan penampilan panggung yang selalu mengguncang semangat para penggemarnya yang disebut ‘Jammers’.
Dikenal generasi 90-an hingga 2000-an, band ini memulai perjalanan dengan nama ‘Jam Rock’, sebelum berganti menjadi Jamrud dengan formasi Krisyanto (vokal), Aziz Mangasi Siagian (gitar), Ricky Teddy (bass), dan Suherman (drum).
Baca Juga:Lampaui Target, Pemkot Cimahi Raih Capaian PAD 2024 hingga 115,66 PersenSerahkan Nota Pembelaan, Arsan Latif minta Dibebaskan dari Kasus Korupsi Pasar Cigasong
Selama perjalanan karirnya, Jamrud telah melahirkan deretan album ikonik, seperti Nekad (1996), Ningrat (2000) yang memperkenalkan lagu legendaris “Pelangi di Matamu,” hingga Sydney 090102 (2002) dengan hit klasik “Selamat Ulang Tahun” yang tetap dikenang hingga kini.
Meski usia para personel tak lagi muda, Jamrud tetap diminati oleh penggemar setianya. Hal ini terlihat dari padatnya jadwal tur mereka di berbagai kota besar di Indonesia.
“Dulu, promosi lebih mudah lewat televisi atau acara besar. Sekarang kita harus mengandalkan YouTube atau platform digital lainnya,” tuturnya.
Meskipun begitu, Jamrud tetap bersyukur memiliki banyak lagu hit yang masih digemari hingga kini.
“Itulah yang membuat kita tetap mendapat undangan untuk mengisi berbagai event,” imbuhnya.
Sejak merilis album perdana pada 1996, Jamrud telah menghasilkan hampir 14 album, termasuk kompilasi the best. Beberapa lagu mereka, seperti “Pelangi di Matamu,” “Surti Tejo,” dan “Selamat Ulang Tahun,” masih menjadi pilihan favorit penggemar hingga kini.
