Kondisi Terkini di Tempat Pembuangan Sampah Pasar Induk Caringin

BERSIH: Kondisi terkini di lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Induk Caringin setelah menerima ultimatum Pemkot Bandung, Rabu (15/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
BERSIH: Kondisi terkini di lokasi tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Induk Caringin setelah menerima ultimatum Pemkot Bandung, Rabu (15/1). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aktivitas pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, tampak intensif pada Rabu (15/1) siang. Berdasarkan pantauan Jabar Ekspres di lokasi, alat berat berjenis ekskavator digunakan untuk meratakan tumpukan tanah bercampur sampah.

Area itu kini penuh dengan gundukan tanah agak gelap hasil pengerukan atau timbunan material dari sampah yang diolah.

Adapun saat ini, ‘gurun sampah’ yang sempat terlihat di TPS sementara tersebut kini sudah tidak ada.

Baca Juga:Terkait Bus BTS Cibinong-Puncak, DPRD Kabupaten Bogor Ingatkan Pemda untuk Mengkaji Lebih DalamEvaluasi Kinerja di Pemkab Bandung, Kang DS Tegaskan Tak Ragu Lakukan Rotasi dan Mencopot Pejabat

Petugas Kebersihan Pasar Induk Caringin, Eddo Pribadi, menyampaikan bahwa proses pengolahan sampah terus dioptimalkan.

“Pengolahan sampah awalnya ada yang ke mesin gibrik dan insinerator. Yang tersisa sekarang adalah sampah mati. Belasan petugas kebersihan membuat optimalisasi lewat mesin pres,” ujarnya.

Eddo juga menyinggung soal masalah pengelolaan sampah yang sempat viral pada November 2023.

“Semenjak viral itu, ditambah lagi mesin pres, dan kita berupaya semaksimal mungkin. Ritase awalnya 10, sekarang jadi 3. Karena Sarimukti kebakaran, ritase memang dikurangi. Namun, setelah kasus viral, ritase ditambah jadi 5,” jelasnya.

Ia memaparkan, pengolahan sampah melalui mesin pres dapat menghasilkan sekitar 300 bal atau setara dengan 36 ton per hari.

“Lewat mesin pres, 140 ton bisa jadi 120 ton. Airnya hilang sekitar 20 kiloan, sehingga kubikasi sampah lebih dipadatkan. Timbulan sampah harian mungkin sekitar 45 ton,” tambah Eddo.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien serta ramah lingkungan.

Baca Juga:Sosok Nanang Alias Gimbal Pelaku Pembunuhan Aktor Sandy Permana Ternyata Dikenal PendiamTingkatkan Pelayanan, Tirta Anom Pasang Pipa Bawah Tanah dengan Teknologi Modern

Selain itu, sampah yang diolah di mesin gibrik tidak dibuang, melainkan diolah menjadi kompos. “Dari 24 ton yang terbuang, sisanya ditambah dengan sampah masyarakat. Proses pengolahan di mesin pres berjalan 24 jam sejak akhir Desember,” pungkasnya.

0 Komentar