“Masih belum ada informasi selanjutnya, kaya dari Desa atau Babinsa itu belum ada yang datang,” katanya.
Ia juga menekankan, pelaksanaan MBG ini seharusnya difokuskan dikalangan santri atau lingkungan Pesantren.
Pasalnya, kepengurusan di Pesantren khususnya terkait makanan masih cenderung terbatas dan sederhana dari segi menu.
Baca Juga:Kenapa iPhone 16 Masih Dilarang di Indonesia? Ternyata Ini Alasannya!Evaluasi Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum, Tirta Pakuan Gelar Konsultasi Publik
“Sebenernya program ini bisa dilakukan setiap hari di Ponpes bisa jadi bisa membantu operasional pesantren. Makanya, saya pribadi ingin program itu bisa terlaksana di lingkungan, supaya gizi para santri meningkat, dan kesehatan anak-anak terpantau lebih baik,” katanya.
