PDAM Tirta Anom Klaim Air Bersih Bebas Jentik Nyamuk Cegah Tren Peningkatan Kasus DBD di Kota Banjar

Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah memberikan penjelasana terkait air bersih yang bisa meminimalisir perkembangan jentik nyamuk, Kamis 9 Januari 2025. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah memberikan penjelasana terkait air bersih yang bisa meminimalisir perkembangan jentik nyamuk, Kamis 9 Januari 2025. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam menghadapi tren peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang signifikan di Kota Banjar, PDAM Tirta Anom mengklaim bahwa air bersih yang mereka produksi dapat membantu mencegah perkembangan jentik nyamuk penyebab penyakit tersebut.

“Kandungan disinfektan telah melalui pemeriksaan laboratorium dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi, sehingga layak untuk didistribusikan kepada pelanggan. Dengan langkah-langkah ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kasus DBD di Kota Banjar dan memberikan air bersih yang aman bagi masyarakat,” ujar Direktur Perumdam Tirta Anom Banjar, E Fitrah Nurkamilah, Kamis 9 Januari 2025.

Nurkamillah menjelaskan bahwa air bersih yang diproduksi oleh PDAM Tirta Anom telah mengandung disinfektan yang efektif membunuh bakteri dan mencegah munculnya jentik nyamuk. “Air bersih yang kami produksi sudah mengandung disinfektan sehingga dapat membunuh bakteri dan mencegah munculnya jentik nyamuk,” ungkapnya.

Baca Juga:Korupsi Pemotongan Dana PIP Universitas Bandung, Kejari: Tidak Menutup Kemungkinan Terjadi di Kampus Lain!Ngatiyana-Adhitia Resmi Ditetapkan Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi 2024-2029

Nurkamillah menambahkan, memasuki musim penghujan, risiko berkembangnya jentik nyamuk meningkat sehingga pihaknya meningkatkan kadar disinfektan dalam air yang diproduksi.

“Disinfektan ini tidak akan hilang kecuali jika berada di suhu panas, jadi efektif dalam pemberantasan jentik nyamuk DBD,” jelasnya.

Sementara itu, menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Banjar, pada tahun 2024 terjadi akumulasi 387 kasus DBD, meningkat tajam dibandingkan dengan 53 kasus pada tahun 2023.

Saifuddin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, mengungkapkan bahwa peningkatan ini tidak hanya terjadi di Banjar, tetapi juga di hampir seluruh wilayah Jawa Barat dan Indonesia. “Iya betul ada peningkatan DBD sebanyak 387 kasus,” ujarnya.

Sebaran kasus DBD di Kota Banjar menunjukkan bahwa Kecamatan Langensari menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 183 kasus, diikuti oleh Banjar dengan 96 kasus, Pataruman 82 kasus, dan Purwaharja 26 kasus.

“Dari total 387 kasus, 157 di antaranya adalah laki-laki dengan 3 di antaranya meninggal dunia, sementara 230 kasus menimpa perempuan dengan 2 di antaranya meninggal dunia,” ujarnya.

Sebagai langkah proaktif, Kementerian Kesehatan juga telah turun tangan untuk memantau situasi di Kota Banjar. “Pada tahun 2025 ini kita akan melakukan upaya-upaya perbaikan dalam menekan dan menurunkan angka DBD di Kota Banjar,” tambah Saifuddin.

0 Komentar