JABAR EKSPRES – BAZNAS Jawa Barat resmi meluncurkan program inovatif berbasis pemberdayaan ekonomi Z Coffee.
Dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Barat. Program ini dirancang untuk menciptakan peluang usaha produktif bagi para mustahik atau penerima zakat melalui sektor usaha kopi.
Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Ali Khosim mengatakan, bahwa peluncuran Z Coffe ini bukan hanya sekadar program pemberdayaan ekonomi, namun merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi zakat produktif.
Baca Juga:Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Terpilih Dijadwalkan dalam Waktu Dekat, Ini Kata KPU!Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Bandung Terancam Gagal Ikut Ukomnas
“Melalui Z Coffee, kami ingin para mustahik bertransformasi dari penerima zakat menjadi munfik lalu menjadi muzakki, yakni pihak yang membayar zakat. Program ini memberikan pelatihan teknis dan manajerial, modal usaha, hingga membangun ekosistem distribusi yang berkelanjutan,” katanya, Selasa (7/1).
Ali menambahkan, Program Z Coffee ini juga rencananya akan terus menyasar generasi muda dengan memanfaatkan produk kopi lokal yang dibina oleh BANZAS RI.
“Harapannya, mereka tidak hanya mengelola usaha kopi dari hulu ke hilir, tetapi juga mampu bersaing di pasar,” ujarnya
Sehingga rencananya, kata Ali, Z Coffee ini di beberapa kampus besar di Jawa Barat seperti IPB, UIN Bandung, Unisba, hingga Unpad
“Kami berharap Z Coffee ini menjadi pilot project untuk pemberdayaan berbasis mahasiswa, di mana salah satu bidangnya adalah kafe, yang saat ini sedang marak. Maka dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat berdaya dan pada akhirnya menjadi duta-duta zakat di kampusnya masing-masing,” pungkasnya
