Kemenag Jabar Ancang-Ancang Musim Haji 2025, Embarkasi Kertajati Bakal Dimaksimalkan

Kakanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam (kiri)/Hendrik Muchlison/ Jabar Ekspres/
Kakanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam (kiri)/Hendrik Muchlison/ Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat (Kanwil Kemenag Jabar) ancang – ancang untuk musim Haji 2025. Salah satunya dengan mempersiapkan sejumlah kelengkapan administrasi momen tahunan itu.

Saat ini juga telah ada struktur baru di pemerintah pusat terkait kegiatan haji. Yakni Badan Haji dan Umrah yang dikomandoi Mochamad Irfan Yusuf.

Berkaitan dengan hadirnya struktur baru itu, Kakanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam mengungkapkan memang belum ada petunjuk teknis yang turun dari pusat. Itu terkait pengelolaan haji. Baik dari Kementarian Agama maupun Badan Haji.

Baca Juga:Dorong Kesehatan Warga, Lapangan Mini Soccer Cibaligo Jadi Fasilitas Prioritas Kota Cimahi161 Ribu Warga Kunjungi Layanan Perpustakaan Jabar Sepanjang 2024

“Aturan atau petunjuk teknis masih belum ada ke kanwil. Yang jelas kami akan mengikuti saja bagaimana nanti atruannya,” jelasnya.

Ajam melanjutkan, sembari menunggu aturan teknis itu, pihaknya juga telah ancang-ancang. Mengingat musim haji juga terus mendekat. Salah satu yang disiapkan adalah kebutuhan administrasinya.

“Kami mulai bersiap mengenai dokumen. Waktu kan juga singkat paling April sudah harus matang. Karena Mei sudah ada pemberangkatan,” jelasnya.

Pada musim Haji 2024, total ada 38.260 jamaah haji dari Jabar. Mereka terbagi dalam 93 kloter. Pemberangkatannya ada dari Kertajati sekitar 30 kloter dan sisanya melalui Embarkasi Bekasi.

Di 2025 ini, harapanya pemberangkatan melalui Embarkasi Kertajati bisa dimaksimalkan lagi. Harapannya bisa sampai 60 kloter.

Karena itulah, pihaknya juga tengah mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarananya. Salah satunya kesiapan Asrama Haji Indramayu.

Kanwil juga tengah mengajukan hibah ke Pemprov Jabar untuk kebutuhan Asrama Haji itu. Ajam menguraikan, pengajuan hibah itu untuk pembangunan sejumlah fasilitas yang belum tercover dalam dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Seperti jalan lingkungan, penyempurnaan masjid, penerangan, hingga air.

Baca Juga:Update Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang KM 97, Jasa Marga Sebut 6 Kendaraan Terlibat5 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 97

Ajam mengungkapkan, asrama haji itu bukan sekedar untuk menghadirkan kenyamanan bagi para jamaah haji. Namun hal itu juga untuk kenyamanan bagi pengunjung, karena itulah berbagai fasilitas perlu disempurnakan.

Ajam mentaksir pengajuan anggaran itu di angka Rp 18 miliar. “Kami usulkan ke Pemprov, tapi Pemprov kan juga mempertimbangkan kapasitas anggaran,” sambungnya.(son)

0 Komentar