Sempat Viral Akses Rumah Warga di Banjaran Ditembok Tetangga Setinggi 1,5 Meter, Kini Berakhir Damai

Sebuah rumah di Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terisolasi akibat ditutup aksesnya oleh tetangga dengan tembok setinggi 1,5 meter bahkan sempat viral di media sosial. Foto Istimewa
Sebuah rumah di Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terisolasi akibat ditutup aksesnya oleh tetangga dengan tembok setinggi 1,5 meter bahkan sempat viral di media sosial. Foto Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah rumah di Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung terisolasi akibat ditutup aksesnya oleh tetangga dengan tembok setinggi 1,5 meter bahkan sempat viral di media sosial.

Rumah warga tersebut ditembok oleh tetangganya yang juga masih saudara diduga akibat persoalan keluarga.

Kepala Desa Tarajusari, Uli Mulia membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya tembok tersebut baru dibangun pada tanggal 1 Januari 2025.

Baca Juga:244 Peserta Lulus PPPK Periode I, BKPSDM Kabupaten Bandung Sampaikan IniJalan Terjal Persib Belum Usai, Klok Minta Semua Pemain Kerja Keras Sampai Akhir Musim

“Iya betul, itu udah dua hari di benteng tapi kemarin sudah dibongkar kemarin,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (3/1/2025).

Uli menjelaskan, jika permasalahan ini terjadi akibat adanya konflik keluarga.

“Setahu saya itu ada gesekan keluarga, tapi saya juga ga tau masalahnya apa yang jelas itu masalah keluarga,” jelasnya.

Uli menambahkan, pihaknya juga sudah mencoba melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai, bahkan sebelum penembokan terjadi.

“Pihak desa sudah memediasi sebelum ditembok tanggal 31 pas malam tahun baru. Tapi yang punya tanah tetep ngotot akhirnya di benteng. Iya saya mah engga apa-apa soalnya itu hak yang punya tanah,” tuturnya.

Namun pasca penembokan, tepatnya Kamis (2/1) pihaknya bersama pihak kepolisian dan Kecamatan serta Desa kembali melakukan mediasi. Hingga akhirnya kedua belah pihak berdamai dengan membuka akses untuk jalan sekitar 1 meter.

“Setelah dimediasi alhamdulilah pada sadar dan akur lagi. Sudah didamaikan sama pak camat, pak kapolsek sama semua jadi dibuka akses jalan sekitar 1 meter agar motor bisa masuk,” ungkapnya.

Adapun pantauan di lokasi, terlihat tembok tersebut masih ada. Namun kali ini akses jalan dibuka untuk keluar masuknya kendaraan.

Baca Juga:Ini Alasan Perumda Tohaga Bogor Putus Kontrak Pengelolaan MCK di Seluruh PasarKasus Pungli Terhadap Penjual Pizza di Bogor Berakhir Damai, Polisi Sebut Tak Ada Paksaan

Sedangkan saat dimintai keterangan, kedua belah pihak menolak memberikan lantaran sudah berdamai dan tidak mau memperpanjang permasalahan ini.

0 Komentar