1.321 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang 2024

Ilustrasi: Tim SAR Gabungan dari Basarnas Kantor SAR Bandung dan Kantor SAR Jakarta saat dikerahkan untuk mencari dua korban hilang tertimbun longsor di Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi.
Ilustrasi: Tim SAR Gabungan dari Basarnas Kantor SAR Bandung dan Kantor SAR Jakarta saat dikerahkan untuk mencari dua korban hilang tertimbun longsor di Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi.
0 Komentar

Gempa bumi berkekuatan 6.2 maghnitudo itu, dirasakan di sejumlah titik wilayah Provinsi Jawa Barat, di antaranya Sukabumi dan Tasikmalaya IV MMI, Bandung dan Garut III-IV, Tangerang, Tangsel, Bogor dan DKI Jakarta III MMI, Kebumen, Banyumas, Cilacap dan Purwokerto III MMI, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, Malang II MMI.

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah.

“Hak itu akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia, yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa barat atau populer disebut sebagai gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake),” jelas Ayu.

Baca Juga:Sempat Viral Akses Rumah Warga di Banjaran Ditembok Tetangga Setinggi 1,5 Meter, Kini Berakhir Damai244 Peserta Lulus PPPK Periode I, BKPSDM Kabupaten Bandung Sampaikan Ini

Dia menyampaikan, hasil analisis mekanisme sumber pihaknya, menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Ayu mengimbau, agar masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, sebab angka tersebut merupakan analisa catatan BMKG, sebagai upaya mengedukasi dan sosialisasi untuk kewaspadaan bukan bertujuan menimbulkan ketakutan.

“BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuhnya.

“Kemudian diimbau juga agar masyarakat (tidak anggap sepele gempa bumi), menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi,” pungkas Ayu. (Bas)

0 Komentar