1.321 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang 2024

Ilustrasi: Tim SAR Gabungan dari Basarnas Kantor SAR Bandung dan Kantor SAR Jakarta saat dikerahkan untuk mencari dua korban hilang tertimbun longsor di Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi.
Ilustrasi: Tim SAR Gabungan dari Basarnas Kantor SAR Bandung dan Kantor SAR Jakarta saat dikerahkan untuk mencari dua korban hilang tertimbun longsor di Kecamatan Tegal Buleud, Kabupaten Sukabumi.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas gempa bumi, yang sempat melanda di wilayah Jawa Barat mencapai 1.321 kejadian selama periode 2024.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, pihaknya melakukan analisa dan pencatatan aktivitas gerakan tanah termasuk timbulan gempa bumi setahun penuh kemarin.

“BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat, 1.321 kali gempa bumi telah mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama tahun 2024,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (3/1).

Baca Juga:Sempat Viral Akses Rumah Warga di Banjaran Ditembok Tetangga Setinggi 1,5 Meter, Kini Berakhir Damai244 Peserta Lulus PPPK Periode I, BKPSDM Kabupaten Bandung Sampaikan Ini

Ayu sapaannya, menerangkan bahwa berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal.

“Kedalaman kurang dari 60 kilometer (D<60 km) sebanyak 1.184 kejadian,” terangnya.

Kemudian lanjut Ayu, gempa bumi menengah dengan kedalaman lebih dari 60 kilometer dan di bawah 300 kilometer (60 km≤D≤300 km), yakni mencapai sebanyak 133 kejadian.

“Di atas kedalaman 300 kilometer juga sempat terjadi. Untuk gempa bumi dalam (>300 km), sebanyak empat kejadian dengan rentang 2 hingga 349 kilometer,” bebernya.

Sedangkan untuk magnitudo, gempa bumi terbesar yang sempat mengguncang di wilayah Provinsi Jawa Barat, tercatat sebesar 6,5 dan 1,1 untuk magnitudo terkecil.

Melalui catatan BMKG, berdasarkan letak hiposenternya, 806 kejadian gempa bumi terjadi di laut dan sebagian besar tersebar di selatan Pulau Jawa.

Ayu menambahkan, sebagai akibat dari aktivitas sesar aktif dasar laut dan sebagian lagi, diakibatkan oleh adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

“Sedangkan 407 gempabumi terjadi di darat, dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal,” ungkapnya.

Baca Juga:Jalan Terjal Persib Belum Usai, Klok Minta Semua Pemain Kerja Keras Sampai Akhir MusimIni Alasan Perumda Tohaga Bogor Putus Kontrak Pengelolaan MCK di Seluruh Pasar

Ayu memaparkan, tercatat juga sebanyak 108 gempa bumi lainnya yang terjadi juga terjadi di darat, namun diakibatkan oleh adanya aktivitas dalam lempeng tektonik Indo-Australia.

“Sepanjang periode 2024, terdapat 113 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 27 April 2024 pukul 23.29 WIB,” paparnya.

Dijelaskan Ayu, peristiwa tersebut tepatnya berpusat di koordinat 8.39 Lintang Selatan (LS) dan 107.11 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 70 kilometer.

0 Komentar