JABAREKSPRES – Oknum anggota Polisi berinisial Bripda AA yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jabar terpaksa harus dinginnya penjara setelah diduga lakukan penganiayaan pada perempuan.
Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol Adiwijaya mengatakan, Bripda AA saat ini sudah dilakukan penahanan dan pemeriksaan oleh Propam Polda Jabar.
‘’Kita ambil langkah cepat dengan menahan Bripda AA sejak 24 Desember 2024 lalu untuk menjalani pemeriksaan intensif,’’ ujar Adiwijaya dalam keterangannya, belum lama ini.
Baca Juga:Siap-siap Samsung Galaxy S25 Ultra Segera Rilis di Awal Tahun 2025, Ini Bocorannya!Dirnarkoba Polda Metro Jaya Dipecat Kerena Lakukan Pemerasan Terhadap Penonton DWP!
Menurutnya pemeriksaan dilakukan terkait dengan pelanggaran disiplin kode etik sebagai anggota polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Untuk diketahui, kasus ini pertama kali mencuat di media sosial Tiktok yang mengupload sebuah video kasus penganiyaan itu.
Dalam video tersebut mengungkapkan bahwa ada kasu penganiyaan terhadap seorang perempuan berinisial PLP. Kasus kekerasan ini sudah dilakukan oleh Bripda AA sejak Maret hingga November 2024.
Akan tetapi, korban baru melaporkan kejadian tersebut pada 23 Desember 2024 yang menyebutkan telah mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan luka pada bagian wajah.
Berdasarkan pemeriksaan fisik pada korban ditumukan juga beberapa luka lebam pada bagian tubuh korban.
Atas kasus tersebut, Adiwijaya mengatakan, Propam Polda Jabar akan menindak tegas oknum anggota polisi yang telah melakukan pelanggaran kode etik. Termasuk kasus kekerasan yang dilakukan oleh Bribda AA.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan kekerasan apapun yang dilakukan oleh anggota Polri dan setiap pelanggaran akan diproses
Baca Juga:Awal Tahun Harga BBM Non Subsidi Pertamax Naik, Vivo 92 Lebih Murah!Ini Dia Barang yang Kena PPN 12 Persen yang Mulai Berlaku Hari Ini, Cek Daftarnya!
sesuai aturan hukum dan kode etik yang berlaku,” cetus Adiwijaya belum lama ini.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam agar kasus dapat diusut tuntas.
Kondisi kesehatan Bripda AA juga telah dilakukan pengecekan dengan hasil pelaku menujukan kondisi stabil secara fisik dan mental.
