“Orang tua banyak mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk saya. Tanpa sekolah, mungkin saya tidak akan mengenal tari,” ujarnya penuh rasa syukur.
Kesan mendalam yang ia rasakan selama mengikuti ajang PPTCI adalah suasana kekeluargaan.
“Semua orang di sana seperti keluarga sendiri. Meskipun baru kenal, kami sudah merasa sangat dekat satu sama lain,” tambahnya.
Baca Juga:Akhirnya! Pintu Masuk Tol KM 151A Gedebage Resmi Dibuka, Catat Jam OperasionalnyaKetersediaan Pangan di Cimahi Masih Bergantung dari Kota Lain, Begini Tanggapan Dispangtan
Athalariq berharap dapat terus mengembangkan potensinya, meraih mimpi-mimpi baru, dan membantu Sanggar Tari Mutiara mencetak lebih banyak penari berprestasi.
“Pesan saya untuk anak-anak muda lainnya: terus semangat, jangan menyerah, dan percaya bahwa semua ada waktunya,” ucapnya optimis.
CEO sekaligus Koreografer dan Coach Sanggar Tari Mutiara Cimahi, Syntya Marlina, turut mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Athalariq dan seluruh anggota sanggar.
“Alhamdulillah, Athalariq berhasil menjadi Juara 1 di PPTCI. Sebelumnya, kami juga masuk 35 besar nasional di Amazing Dance GTV, bersaing dengan ratusan grup tari se-Indonesia,” jelas Syntya.
Ia menambahkan, Sanggar Tari Mutiara telah mencatat banyak prestasi, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional.
“Saya sangat bangga kepada seluruh anggota sanggar. Semoga mereka terus termotivasi untuk membangun prestasi lebih besar lagi,” tandasnya. (Mong)
