JABAR EKSPRES – Menjadi kepala keluarga tidak hanya laki-laki. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), sekiranya ada puluhan ribu perempuan yang menjadi kepala keluarga. Bahkan jumlahnya cenderung meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Bandung Barat, sekiranya ada sekitar 83.327 perempuan kepala keluarga (Pekka) yang tersebar di 16 Kecamatan.
Dari 16 kecamatan di Bandung Barat, 5 diantaranya menjadi penyumbang angka Pekka terbanyak. Diantaranya Kecamatan Lembang 8.427, Padalarang 8.152, Cipatat 6.955, Ngamprah 6.894 dan Cihampelas 6.806.
Baca Juga:6 Nama Ini Diprediksi Masuk Bursa Pengganti Yana D Putra, Siapa Saja?DSDABM Kota Bandung Optimis, Proyek Pengerjaan Kolam Retensi Gedebage Rampung di Akhir Tahun 2024
Kemudian Kecamatan Cikalongwetan 6.220, Cililin 5.348, Batujajar 4.939 dan Cipongkor 4.896. Lalu Parongpong 4.694, Gununghalu 4.509, Cipeundeuy 4.400, Sindangkerta 3.647, Cisarua 3.095, Rongga 2.863 serta Saguling 1.482.
Tingginya angka perempuan kepala keluarga di Kabupaten Bandung Barat, tak terlepas dari banyaknya kasus perceraian beberapa tahun terakhir di Bandung Barat.
“Karena dari puluhan ribu Pekka yang terdata DP2KBP3A Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) semuanya berstatus janda,” ungkap Kepala Bidang PPPA DP2KBP3A KBB, Rini Haryani kepada wartawan, Senin (16/12/2024).
Untuk menambah value penghasilan dan produktivitas sebagai perempuan kepala keluarga, DP2KBP3A Bandung Barat melakukan pembinaan melalui pelatihan dan juga pemberian bantuan modal usaha kepada kepala keluarga perempuan yang tergabung dalam kelompok Pekka.
“Perempuan kepala keluarga (Pekka) bisa seorang janda bisa juga bukan atau seorang gadis yang menjadi tulang punggung keluarga. Di kami ada kelompok-kelompok Pekka yang mendapatkan bantuan baik dari APBDES maupun APBD,” katanya.
“Jadi sebenarnya Pekka itu bukan kasus. Memang di kami ada pemberdayaan untuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga atau kepala keluarga. Supaya mereka bisa bangkit, lebih percaya diri untuk menghidupi keluarga,” sambungnya.
Dijelaskan Rini, hingga kini ada sebanyak 300 kelompok Pekka di bawah pengawasan DP2KBP3A KBB. Masing-masing kelompok berisi lebih dari sepuluh perempuan kepala keluarga. Menurutnya yang mendapatkan bantuan dan pelatihan mereka yang sudah tergabung dalam kelompok Pekka.
Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Resmi Usulkan Kenaikan UMK dan UMSK 2025, Begini Hitungannya!Pemkab Ciamis Sosialisasikan Aturan Cukai dan DBHCHT Melalui Seni Tradisional
Bantuan Pekka di Bandung Barat, disebutkan Rini dari berbagai sumber, diantaranya melalui APBD dan pemerintahan desa. Sementara pelatihannya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat. Melalui sekolah perempuan mereka di latih banyak hal terkait rumah tangga.
