JABAR EKSPRES – Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon bakal menghidupkan lagi Direktoral Jenderal (Dirjen) Sejarah dan Museum. Itu sebagai salah satu langkah serius dalam menjaga dan mengembangkan sejarah dan museum Tanah Air.
Hal itu diungkapkan saat berkunjung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sabtu (14/12). Fadli Zon berpendapat, sejarah patut untuk terus menjadi perhatian. Itu juga bagian untuk pondasi pembangunan karakter. Karena itu sejarah tidak boleh dilupakan.
Selain melalui buku, cerita, maupun film, sejarah terekam dalam artefak. Berbagai artefak itupun kini terkumpulkan dalam museum-museum tanah air. Sehingga, peran museum juga perlu dioptimalkan.
Baca Juga:Dinkes Catat Kasus DBD di Kabupaten Bandung Capai 2.541, 37 KematianLebih Kece dan Modis, New Honda Scoopy Resmi Diperkenalkan di Jawa Barat
Saat ini era teknologi dan internet kian berkembang. Itu bisa menjadi seperti pisau bermata dua, jika tidak bisa menggunakan bisa menjadi ancaman. Salah satunya terkait keberlangsungan sejarah dan berbagai warisan Tanah Air.
Generasi muda akan lebih disibukkan dengan berbagai budaya luar negeri yang mudah diakses. Tapi warisan budaya sendiri makin minim dilirik.
Fadli Zon menjabarkan, Indonesia ini kaya dengan berbagai warisan budaya tak benda. Beberapa diantaranya sudah diakui dunia secara resmi. Seperti yang terbaru, tiga warisan budaya tak benda milik Indonesia kini diakui UNESCO. Yaitu Reog Ponorogo, Kebaya dan Kolintang.
Sementara di tingkat Nasional, Fadli Zon menyebut sudah ada 2.213 warisan budaya tak benda yang tercatat. “Puluhan ribu lainnya sedang antre. Jadi Indonesia ini kaya akan warisan budaya,” bebernya.
Selain itu, Fadli Zon juga punya mimpi untuk memberikan kado istimewa pada HUT RI Ke 80 nanti. Yakni dengan pembaruan sejumlah catatan sejarah Tanah Air. “Jadi akan mengupdate buku sejarah Indonesia,” cetusnya.(son)
