“Dulu sempat booming sebelum pandemi. Kami bahkan diundang ke luar negeri,” ungkap Jaja. Baru-baru ini, orang Jerman dan Swedia mengunjungi rumah produksi untuk menjajaki kolaborasi.
Sepatu yang Menjaga Tradisi dan Inovasi
Bagi Jaja, menjadi perajin sepatu bukan hanya soal pekerjaan. Ada kepuasan batin yang ia rasakan setiap kali menyelesaikan sebuah karya. “Kesenangan jadi perajin itu ya ada. Meskipun sulit, kita harus fokus, tekuni, dan nikmati.”
Ia paham betul pentingnya menjaga kualitas di tengah persaingan global. “Sepatu kita harus jaga barang. Jangan asal-asalan. Harus lebih bagus dari yang lain.”
Baca Juga:4 Hal Penting dari Technical Meeting Pertamina SAC Indonesia 2024-2025 West Java QualifiersRatusan Guru dan Ofisial Ikuti Technical Meeting Pertamina SAC Indonesia 2024-2025 West Java Qualifiers
Dari kulit ceker ayam, Jaja Ahmad telah membantu menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar sepatu. Di bawah bimbingan Nurman, ia menjadi bagian dari sebuah perjalanan inovasi yang mengangkat nilai lokal ke panggung dunia.
Hirka Shoes bukan hanya tentang sepatu. Ia adalah simbol ketekunan, inovasi, dan kemampuan untuk melihat peluang di tempat yang tidak terduga. Dan di balik setiap pasang sepatu yang terjual, ada tangan Jaja yang terus bekerja—membuktikan bahwa dari sebuah limbah, bisa lahir karya luar biasa.
