Pastikan Stok Pangan, Zulhas: Akhir Tahun Insya Allah Aman

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan saat dimintai keterangan usai menghadiri bazar ramadhan di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (26/3/2024). Foto Agi Jabar Ekspres
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan saat dimintai keterangan usai menghadiri bazar ramadhan di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (26/3/2024). Foto Agi Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pastikan stok pangan periode Natal 2024 dan Tahun 2025 sudah aman. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal itu.

Hal ini disampaikan Zulhas dalam konferensi pers setelah Rapat Koordinator Terbatas Tingkat Menteri Bidang Pangan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (28/11/2024).

“Kita minta kepada masyarakat, tidak usah khawatir. Harga stabil, stok barang sembako cukup di pasaran. Akhir tahun insya Allah aman,” ujarnya.

Baca Juga:Solusi Dana Cepat Saat Renovasi Rumah, Indah: Ambil Kredit BRI Melalui Kantor, Proses Mudah, Cicilan Hanya Rp800 RibuanButuh Dana Cepat? BRI Flash Solusinya!

Ia menyebut bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Perum Bulog saat ini, adalah sekitar dua juta ton. Sehingga dipastikan aman dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru. “Stok beras Bulog hampir 2 juta ton. Sama yang ada di masyarakat, 8 juta ton lebih. Jadi (stok beras) aman, terkendali, (harga) stabil.”

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Satgas Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta kementerian/lembaga lainnya. Bekerja sama untuk memastikan stok pangan mencukupi untuk persiapan akhir tahun, dengan harga yang dipastikan stabil.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arif Prasetyo Adi menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggencarkan gerakan pangan murah (GPM) di seluruh wilayah.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan pangan menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. “Khusus untuk bulan Desember ini Badan Pangan Nasional bersama pemerintah daerah dan BUMN pangan serta pemangku kepentingan lainnya menargetkan GPM sebanyak 134 kali di 25 kabupaten/kota di enam provinsi,” papar Arif di Jakarta, Sabtu (23/11).

0 Komentar