JABAR EKSPRES – Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di triwulan III secara y-on-y ada di angka 4,91 persen. Angka itu masih di bawah nasional, termasuk membuat harap cemas pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Pemprov Jabar di akhir 2024.
Angka itu berdasarkan hasil rilis terbaru Badan Pusat Statisitik (BPS) Selasa (05/11). BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 4,91 persen secara y-on-y. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional di angka 4,95 persen.
Dalam catatan q-to-q itu, lapangan usaha yang tumbuh positif tertinggi adalah jasa pendidikan dengan 3,23 persen, lalu konstruksi di angka 3,21 persen. Sementara yang memberikan catatan negatif adalah sektor administrasi pemerintahan dengan -11,53 persen. Lalu juga sektor pertanian di angka -7,63 persen.
Baca Juga:Buru Jules Kounde, PSG Siapkan Tawaran Fantastis hingga 100 Juta EuroDiduga Selingkuh Bertahun-tahun, Anak Buka Aib Ayah Kandung yang Ternyata Anggota DPRD Kabupaten Bogor
Darwis menambahkan, momentum pilkada saat ini nampaknya juga belum begitu memberikan dampak gairah yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. “Biasanya itu luar biasa, tapi kali ini seperti adem ayem. Sektor jasa perusahaan juga tidak terlihat. Seperti kurang berpengaruh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Jawa Barat Yuke Maulani Septina turut merespon kondisi perekonomian itu. Pihaknya mengakui bahwa butuh usaha yang lebih besar untuk bisa mencapai target akhir pertumbuhan ekonomi di 2024 ini. “Kami targetnya 5,67 persen jadi masih ada gap melihat kondisi triwulan III. Ini perlu usaha besar,” katanya.
