JABAR EKSPRES – Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat (Disperkim Jabar), menyebut Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu di kawasan kumuh, tahun ini belum mencapai target yang telah ditentukan.
Bahkan berdasarkan catatannya, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Jabar Achmad Haidar menyampaikan, hingga saat ini untuk perbaikan Rutilahu tersebut, baru terealisasi sebesar 90 persen dari target yang telaah ditentukan yakni sekitar 2.516 unit rumah.
Sebab dalam program ini, Haidar menjelaskan bahwa pemerintah khususnya Provinsi Jabar, tidak bisa membiayai secara utuh dikarenakan adanya keterbatasan kewenangan.
Baca Juga:KPID Jawa Barat Bakal Perketat Pengawasan Iklan Kampanye Pilkada, Sudah Ada 4 Indikasi PelanggaranIbu Ronald Tannur Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap Hakim PN Surabaya, Ini Perannya
“Pemerintah hanya bisa mendorong agar semua bisa tergerak untuk bisa sama-sama memperbaiki Rutilahu ini. Karena pemerintah itu sebenarnya tidak bisa meng-handle (menangani) semua masalah di rumah terutama Rutilahu,” ucapnya.
Sementara untuk rencana selanjutnya, Haidar menuturkan bahwa Disperkim telah mengusulkan atau menganggarkan sekitar 1.000 perbaiki Rutilahu di 2025 nanti.
“Rencana tahun depan kita sudah anggarkan sekitar 1.000 unit yang akan diperbaiki. Dan ini (perbaikan Rutilahu) makin lama makin turun, karena memang kondisi keuangan provinsi juga makin sulit. Sehingga untuk tahun depan kita hanya anggarkan sekitar 1.000-an,” pungkasnya.
(San).
