Prakirawan cuaca BMKG Bandung, Muhammad Iid mengatakan guna mengantisipasi adanya kejadian bencana dari kondisi tersebut, BMKG Bandung telah menerbitkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem.
Dijelaskan, cuaca ekstrem ini dipicu karena ada pertumbuhan awan cumulonimbus dengan skala lokal yang berdampak pada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.
“Selain itu kondisi ini karena kelembaban udara cenderung basah sehingga ada potensi pertumbuhan awan-awan hujan. Pagi ke siang hari terjadi pemanasan cukup kuat, sehingga ada proses konvektif untuk pembentukan awan cumulonimbus,” ujar Iid.
Baca Juga:Kentaskan Angka Pengangguran, Anggota Komisi V DPRD Jabar Maulana Yusuf Erwinsyah Minta Pemprov Segera Buat Perda BaruKampanye Atang-Annida Diduga Melanggar, Bawaslu Kota Bogor Diminta Bergerak
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, dalam satu pekan terakhir, sedikitnya terdapat 114 unit rumah rusak di wilayahnya akibat diterjang angin kencang.
“Kita bersama aparat kewilayahan sudah melakukan pendataan. Total rumah rumah ada 144 unit. Tersebar di Kecamatan Singdangkerta dan Cipongkor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Yan Cahya Djuarsa. (Wit)
