Marak Terminal Bayangan dan Layanan Transportasi Mulai Krisis Kepercayaan dari Publik, Pemkab Bandung Harus Serius

Sejumlah angkot mangkal liar berjajar, jadikan ruas Jalan Simpang Susun Cileunyi, Kabupaten Bandung sebagai terminal bayangan. (Dok. Jabar Ekspres)
Sejumlah angkot mangkal liar berjajar, jadikan ruas Jalan Simpang Susun Cileunyi, Kabupaten Bandung sebagai terminal bayangan. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Tujuannya agar aktivitas pemberhentian transit kendaraan publik, dapat dilakukan secara terpusat. Supaya mengurangi angkutan gelap, juga mencegah menjamurnya terminal liar, angkot-angkot mangkal di sembarang tempat,” paparnya.

Djoko menjelaskan, terminal penumpang tidak perlu dibuat mewah seperti bandara, yang paling penting adalah fungsinya dapat maksimal.

“Bukan bangun mall, jadi ngapain harus mewah-mewah. Banyak terminal setelah diresmikan masih belum memberikan kontribusi maksimal, jadi yang penting fungsinya,” jelasnya.

Baca Juga:Dorong Kesadaran Pajak, Pemkab Bandung Gelar Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB Tahun 2025Konsumen Geruduk Dealer Motor di Padalarang Bandung Barat, Unit Tak Kunjung Datang Padahal Beli Secara Cash

“Layanan angkutan umum sedang mengalami krisis kepercayaan dari publik. Keberadaan angkutan umum ke depan mesti menjadi perhatian serius pemerintah,” pungkas Djoko. (Bas)

0 Komentar