Hampir Berjalan Setahun, Menilik Pengolahan Sampah di TPS Gedebage

Para petugas saat memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Gedebage, Kota Bandung, beberapa waktu yang lalu.
Para petugas saat memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Gedebage, Kota Bandung, beberapa waktu yang lalu.
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Tempat pembuangan sementara (TPS) Gedebage sudah berjalan hampir satu tahun dalam mengolah sampah. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, ada puluhan ton yang diolah setiap hari di lokasi itu.

Pemanfaatan lahan seluas 1 Ha di wilayah Rancanumpang, Kecamatan Gedebage itu difokuskan untuk Pembuangan Sampah Anorganik Residu dan Pengolahan Organik berkapasitas 20.000 m3 setara dengan 7.000 ton sampah.

“Dan untuk low value, plastik low value kami kirim ke Babakan Siliwangi untuk dicacah dan diinput RDF yang akan dikirimkan ke pabrik tekstil. Masih berjalan,” tuturnya.

Baca Juga:Diprediksi Overload pada Akhir 2024, Walhi Jabar Sebut Pemerintah Tidak Serius Tangani SarimuktiPolresta Bandung Pastikan Keamanan Surat Suara Pilkada Serentak 2024

“Satu-satunya kan kita miliki itu di Sarimukti dan sudah overload. Sehingga kita harus mendukung pengurangan sampah ke TPA. Salah satunya lewat gerakan 3R. Kalau kita kan sudah punya jargon kang pisman,” ucapnya.

“Nah masyarakat diimbau bisa melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Untuk yang organiknya bisa melakukan komposting dari sejumlah metode. Lalu anorganik itu bisa disetorkan ke bank sampah atau sedekah sampah ke pengepul,” pungkasnya. (Zar)

0 Komentar