Meski telah mendapat penolakan dari berbagai pihak, Temu tetap berusaha masuk ke pasar Indonesia.
Aplikasi ini sedang mengurus izin operasional melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di Kementerian Hukum dan HAM, tetapi saat ini izin tersebut masih ditolak karena adanya merek dagang serupa di Indonesia.
Meski demikian, Temu terus melakukan banding untuk bisa beroperasi di negara ini.
Baca Juga:Daftar 98 Aplikasi Pinjol Legal OJK Terbaru Oktober 2024Bagi-Bagi Rezeki Saldo DANA Gratis Rp100 Ribu Lewat Link DANA Kaget Jumat 4 Oktober 2024
Kepopuleran Aplikasi Temu di AS
Diluncurkan pada 2022, Temu telah berkembang pesat, terutama di Amerika Serikat.
Aplikasi ini bahkan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store dan Google Play dengan lebih dari 165 juta unduhan dan 167 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Sekitar 50 juta pengguna aktif berasal dari AS, menjadikan Temu salah satu pemain besar di pasar e-commerce global.
Kepopuleran Temu di Amerika juga didukung oleh kampanye pemasaran besar-besaran.
Pemerintah saat ini sedang menimbang langkah untuk melindungi pasar dalam negeri dari dampak negatif yang mungkin timbul dari aplikasi ini.
