Komisi II Kuliti Perumda PPJ Kota Bogor di Raker Perdana

Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy (Kiri) saat menghadiri raker bersama jajaran Permudahkan PPJ Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatevy (Kiri) saat menghadiri raker bersama jajaran Permudahkan PPJ Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

Terkait keberadaan Pasar Tanah Baru yang baru diresmikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada akhir 2023, anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menilai pihak Perumda PPJ salah dalam menentukan langkah.

Sebab, Pasar Tanah Baru yang dijadikan pasar basah dimana para pedagang daging dan sayur yang mendominasi, tidak sesuai dengan kondisi wilayah disekitar pasar.

“Terkait pasar tanah baru ini hidup segan mati tak mau. Ini kenapa dijadikan pasar basah. Kalah sama Jambu Dua, harga gak mungkin lebih murah. Ini harusnya dijadikan pasar tematik. Itu dekat dengan pesantren. Jadi pedagang yang ada di pinggir jalan pesantren itu dipindahkan ke dalam pasar. Tiap malam selasa itu ramai sekali karena ada pengajian,” tegas ASB sapaanya.

Baca Juga:Bom AS Sisa Perang Dunia II Meledak di Bandara Jepang, 87 Penerbangan DibatalkanJauh dari Rekomendasi WHO, Angka Stunting di Kabupaten Bogor Tinggi

ASB juga meminta kepada jajaran direksi Perumda PPJ untuk menyampaikan catatan dan data capaian laba dan dividen dari 10 tahun terakhir. Sebab hal tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi Komisi II DPRD Kota Bogor untuk menentukan target pendapatan bagi Perumda PPJ.

“Kami berterimakasih kepada komisi II yang selalu memberikan perhatian kepada Perumda PPJ untuk bisa menjadi lebih baik lagi dan sebagai mitra kerja tentu kami akan mengoptimalkan kinerja dari masukan-masukan yang diberikan,” katanya.

0 Komentar