Jauh dari Rekomendasi WHO, Angka Stunting di Kabupaten Bogor Tinggi

Ilustrasi pengukuran lingkar lengan Balita di Posyandu, guna antisipasi stunting. (Dok. Jabar Ekspres)
Ilustrasi pengukuran lingkar lengan Balita di Posyandu, guna antisipasi stunting. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BOGOR – Prevalensi stunting di Kabupaten Bogor mencapai angka 27,6 persen pada tahun 2024 ini, itu artinya melebihi rekomendasi WHO yakni sebesar 20 persen.

Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah mencari solusi untuk mengatasi dan menurunkan angka stunting di Bumi Tegar Beriman.

PJ Bupati Bogor Bachril Bakri, mengatakan guna memetakan percapatan penuruan angka stunting, Pemkab Bogor mengadakan rapat koordinasi bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Bogor.

Baca Juga:Atasi Permasalahan Kota Cimahi, Dikdik-Bagja Siapkan 24 ProgramDampingi Ahmad Muzani, Abcandra Terpilih jadi Wakil Ketua MPR RI 2024-2029 dari Kelompok DPD

Sedangkan target angka stunting nasional 2024 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di angka 14 persen.

“Harapan Presiden itu 14 persen nasional. Harapan saya di Kabupaten Bogor mungkin kalau bisa di bawah 20 persen, mudah-mudahan ada perbaikan,” ujarnya.

“Melibatkan CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Sarolangun. Di sana sampai menumpuk susu roti di dalam satu ruangan besar, sampai susah untuk membagikannya,” tambahnya.

0 Komentar