JABAR EKSPRES – Alun-alun Kota Cimahi pada Rabu (25/9/24) dipenuhi semangat dan antusiasme saat para pendukung memadati lokasi deklarasi kampanye damai Pilkada Kota Cimahi 2024.
Deklarasi ini dihadiri oleh seluruh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, termasuk calon nomor urut satu, Dikdik Suratno Nugrahawan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan dalam membangun Cimahi.
Dikdik menyerukan agar semua pihak menghindari kampanye negatif atau black campaign, dengan berkomitmen menjalani tahapan Pilkada secara bermartabat dan beradab.
Baca Juga:Polisi Beberkan Kronologi Cungkil Mata di BogorHJKB ke-214, Ini Tanggapan Dewan Soal Bandung Kota Metropolitan dan Keberlanjutan
“Mari kita tunjukkan bahwa program-program yang diusung oleh masing-masing calon adalah yang terbaik. Tidak perlu dengan cara menjatuhkan orang lain, black campaign, atau sejenisnya. Karena hal itu dilakukan oleh mereka yang tidak mampu,” tegas Dikdik.
Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan bukan hanya sebuah ilusi, melainkan harus dibuktikan dengan kesejahteraan nyata masyarakat Cimahi.
“Bahagia itu bisa jadi sebuah fatamorgana, bahagia seharusnya diiringi oleh fakta bahwa masyarakat Cimahi sugema,” jelasnya.
Dikdik turut mengajak semua pihak untuk memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.
“Perbedaan adalah sebuah qodrullah (takdir). Bagaimana kita memahami perbedaan ini sebagai sesuatu yang seharusnya membuat hidup kita lebih baik, membuat hidup kita terasa lebih indah,” ucapnya.
“Boleh kita berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan ini membuat kita tidak bisa bersatu untuk Cimahi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dikdik menegaskan bahwa kebersamaan dan penyatuan energi dari berbagai potensi yang ada merupakan kunci keberhasilan dalam membangun Kota Cimahi.
Baca Juga:HJKB ke-214, Momentum Bandung jadi Kota MetropolitanHanya Sekali, Ini Tempat yang Bisa Dipakai Kampanye Akbar di Kota Bandung
“Kita harus bersatu untuk Cimahi satu. Hari ini, kita semua harus menyatukan pikiran, menyatukan energi, dan menyatukan semua potensi yang ada,” tutup Dikdik. (Mong)
