JABAR EKSPRES – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, melakukan kunjungan ke Kecamatan Kertasari setelah gempa dengan magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu (18/9) pukul 09.41 WIB.
Dalam kunjungan ini, Bey menyoroti kebutuhan mendesak untuk tanggap darurat bagi pengungsi yang terdampak.
“Evakuasi dan penyediaan fasilitas darurat seperti toilet portable dan air minum menjadi prioritas utama. Kami tidak ingin warga terlantar. Saya juga akan koordinasi dengan Bupati Bandung untuk mempercepat proses evakuasi dan bantuan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:SMPN 1 Rancaekek Terapkan Kurikulum Merdeka, Siswa Antusias Aplikasikan P5Akibat Gempa di Kabupaten Bandung, BPBD Jabar Sebut 491 Rumah Terdampak dan 81 Orang Terluka
Menurutnya, pemerintah juga berencana mengirim tenda yang lebih baik untuk para pengungsi. Meskipun bantuan sudah dalam perjalanan, Bey mencatat bahwa proses ini harus dilakukan dengan segera mengingat situasi darurat yang dihadapi.
“Kemudian juga yang di pengungsi ini juga banyak lalat ya, tidak baik, ada anak baru enam hari itu kan sangat tidak baik. Jadi ya penanganan sih akan segera datang, cuma kan masalah kecepatan waktu ya Jangan sampai trauma dan ada yang sakit segala macem. Tim kesehatan juga saya koordinasikan supaya cepat segera kesini,” ungkapnya.
Sementara itu, assessment kerusakan masih berlangsung, dan Bey mengonfirmasi bahwa belum ada laporan mengenai korban jiwa di Kabupaten Bandung.
“Kami akan terus memantau dan tidak akan menutupi informasi,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjut, Bey mendorong Kabupaten Bandung untuk segera menetapkan status tanggap darurat, agar dana darurat bisa segera dialokasikan untuk mendukung evakuasi dan pemulihan.
