“Kemudian ada juga projek usaha di lapangan dengan diberi pinjaman modal Rp100 ribu, itu dilakukan siswa kelas 9 dengan skema per kelompoknya 10 sampai 11 orang,” lanjut Dian.
Menurutnya, secara sistem KBM, kurikulum merdeka lebih nyaman dan asyik dilakukan, terlihat dari antusiasme siswa ketika menyelesaikan proyek.
Dian menambahkan, mengenai penerapan kurikulum merdeka, para siswa terlihat terbentuk dari karakteristik hingga terasah potensinya, baik di bidang akademik maupun non akademik.
Baca Juga:Akibat Gempa di Kabupaten Bandung, BPBD Jabar Sebut 491 Rumah Terdampak dan 81 Orang TerlukaRotmut JPTP Diduga Langgar Aturan, Rini Sartika Bakal PTUN-kan Pj Bupati KBB
“Tidak terlalu monoton dan anak-anak juga lebih leluasa dalam mengikuti KBM, karena tidak terbatas di teoritis tapi secara praktik juga banyak dilakukan, lewat projek yang P5 tadi,” pungkasnya. (Bas)
