“Prinsip angkutan umum yang berkeselamatan memberikan layanan yang baik, perlindungan ke penumpang yang memadai, waktu perjalanan bisa di monitor sehingga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah harus memperhatikan fasilitas lain, seperti shalter, terminal dan depo,” sambungnya.
Lebih lanjut Fauzan mengungkapkan nantinya jumlah BRT yang beroperasi sebanyak 18 unit ditambah dua unit cadangan. Setiap bis nya bisa menampung hingga 26 penumpang. Adapun waktu pemberangkatan sekitar 12 menit sekali. Pembayarannya pun sudah dalam bentuk cashless atau tapping card
“Tarifnya Rp 4.900 plat ujung ke ujung mau naik dimana turun dimana tapi ada subsidi untuk lansia dan lainnya,” katanya.
Baca Juga:KPU Ciamis dan IJTI Galuh Raya Bersinergi Sosialisasikan Pilkada kepada Pengrajin AngklungAkhir Perselisihan Ojol dan Opang di Pasir Impun Bandung, Spanduk Kawasan Zona Hijau Dipasang
Selain itu bis ini sangat ramah bagi penumpang lansia dan difabel. Karena di dalamnya sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang, seperti kursi khusus dan lainnya.
“Untuk lansia dan difabel itu sudah disiapkan jadi di dalam itu ada khusus ditulis. Termasuk untuk yang kursi roda pun sudah ada ruangnya khusus. Semua sudah didesain selain yang muda anak-anak juga untuk difabel dan lansia,” jelas Fauzan.
Kendati demikian ia memastikan dengan adanya BRT angkutan lainnya seperti angkutan kota (angkot), ojek pangkalan dan ojek online akan dilibatkan. Khusus angkot menurutnya akan dijadikan angkutan feeder. Dalam setiap program baru menurutnya Dishub KBB selalu menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
“Kedepannya angkot ini akan diarahkan ke feeder. Sehingga nanti angkutan BRT ini jadi yang utama nah angkot menjadi feeder. Untuk memaksimalkan pelayanan terus dari segi potensi permintaan angkutannya bisa terjaga. Jadi dari segi ekonominya berjalan semua. Sehingga BRT trayek utama dan angkot sebagai feeder,” ujarnya.
Selain di Padalarang dikatakan pihaknya juga berencana akan membuka koridor Lembang. Sehingga akan terbentuk sebuah layanan angkutan yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Namun hal ini harus secara bertahap mengingat fasilitas yang diperlukan membutuhkan anggaran yang lumayan sehingga harus ada kalkulasi yang matang.
“Memang KBB itu luas tapi untuk sementara kan basis perkotaannya ada dua Padalarang dan Lembang sehingga nanti untuk tahap koridor selanjutnya Lembang – Bandung. Tapi nanti tidak dilengkapi dengan fasilitas di Padalarang ke Lembangnya bagaimana nah itu uang sedang proses,” tandasnya. (Wit
