JABAR EKSPRES – Renovasi gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terbengkalai di Jalan Raya Cijamil-Cisarua, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah tak kunjung beres.
Akibatnya hampir semua agenda DPRD Bandung Barat pun harus dilakukan di luar dan itu menelan anggaran ratusan juta. Ditambah lagi dengan akomodasi dan lainnya. Dalam sekali Rapat Paripurna saja biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 300 juta.
“Ini paripurna biasa cuman kita mengundang lebih banyak. Ini biaya mamin sewa hotel. Enggak sampai 300 juta. Kan ini pertanggung jawaban juga belum dibayar, ini konsekuensi kita kan belum punya gedung,” ujar Roni.
Baca Juga:DPR Kritisi Anggaran Pendidikan yang Hanya Terealisasi 16 PersenKomnas HAM Respon Aksi Demo di Semarang-Makassar Desak Polda untuk Evaluasi Penanganannya
Menurut dia, DPRD belum memiliki gedung yang layak jika dipakai untuk sebuah kegiatan besar. Alhasil, pelaksanaan gelaran rapat, pihaknya harus rela mengeluarkan nominal anggaran yang cukup fantastis.
Karena itu ia belum memastikan kapan wakil rakyat Bandung Barat segera menempati gedung megah berwarna putih tersebut.
“Secara hukum positif kami belum menganggarkan untuk gedung baru. Kecuali hanya penambahan pengaman yang tahun ini. Jadi masih di PU. Jadi DPRD dan Sekretariat akan pindah kalau sudah laik fungsi,” kata Roni.
