Namun, virus ini dapat menyebabkan penyakit parah, dan bahkan kematian dalam beberapa kasus.
Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka atau melalui saluran pernapasan, kemudian menyebar melalui darah dan menyebabkan seseorang mengalami gejala seperti flu dan timbulnya lesi pada kulit.
Menurut Michael Marks di Sekolah Kebersihan dan Kedokteran Tropis London, para ilmuwan mengatakan bahwa mpox memiliki efek langsung pada sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga:HUT ke-79 Jawa Barat, Simak Kisah Brand Lokal Jabar Sukses Raup Ratusan Juta Rupiah Berkat Tokopedia dan ShopTokopediaEdelweiss Hospital Luncurkan Children Center, Klinik Baru untuk Atasi Masalah Anak Indonesia
Wabah mpox juga dapat menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti permukaan, perlengkapan tidur, pakaian, dan handuk, karena virus memasuki tubuh melalui kulit yang terluka, saluran pernapasan, atau mata, hidung, dan mulut.
Gejala Pasien yang Terkena Mpox
Penyakit ini menyebabkan gejala seperti flu dan lesi berisi nanah. Biasanya ringan tetapi bisa cukup parah hingga dapat menyebabkan kematian.
Sementara Marks menjelaskan bahwa penyakit ini menunjukkan gejala ringan pada kebanyakan orang, beberapa orang berisiko lebih tinggi mengalami gejala lebih parah.
“Contohnya, orang dengan HIV yang tidak diobati atau sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Anak-anak juuga tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit parah,” kata Marks.
Saat ini, tidak ada pengobatan untuk wabah mpox, tetapi beberapa obat antivirus sedang diuji.
“Ada vaksinasi yang efektif untuk mengurangi risiko. Prioritasmnya adalah menyediakan pasokan vaksin yang cukup bagi populasi yang paling berisiko di DRC dan negara-negara sekitarnya,” kata Marks.
Vaksin untuk mpox, yang digunakan dalam wabah tahun 2022 oleh banyak negara Barat, tidak dapat diakses oleh negara-negara Afrika.*
