Politisi NasDem Bogor Diteror Komplotan Bertopeng, Rumahnya Dilempari Telor Busuk

Ilustrasi: Bercak bekas pelemparan telor busuk di bagian rumah Politisi NasDem Kota Bogor, Devie P Sultani, Kamis (15/8). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Bercak bekas pelemparan telor busuk di bagian rumah Politisi NasDem Kota Bogor, Devie P Sultani, Kamis (15/8). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Politisi dari Partai NasDem Kota Bogor, Devie P Sultani menjadi korban teror pada Kamis, 15 Agustus 2024 dini hari. Rumah pribadinya di Jalan Haur Jaya II Nomor 19 RT 02 RW 07, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal dilempari telor busuk.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar, yang segera melaporkannya kepada security komplek.

Devie P Sultani menuturkan, hampir seluruh bagian luar rumahnya dilempari telor busuk oleh empat orang tak dikenal yang menggunakan dua sepeda motor.

Baca Juga:Dani Ramdan Maju di Pilkada 2024, Posisi Pj Bupati Bekasi Digantikan Didi SupriadiKekeringan Masih Hantui Sektor Pertanian Setiap Kemarau, Desa Cileunyi Wetan Bandung Lakukan Upaya Ini

“Ada empat orang berboncengan dengan dua motor. Mereka menutupi wajahnya menggunakan sarung dan memakai topeng, sudah seperti ninja,” kata Devie kepada wartawan pada Kamis (15/8).

Ketika dicoba dikejar oleh security, para pelaku langsung melarikan diri keluar komplek perumahan.

Saat kejadian, hanya ada asisten rumah tangga di rumah karena Devie sendiri tengah menghadiri sidang gugatan sengketa Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 Dapil Bogor Barat.

Devie menyatakan niatnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bogor Kota.

“Saya sangat mengutuk tindakan terorisme yang dilakukan oleh siapapun, terlebih lagi terjadi di tengah persidangan Mahkamah Konstitusi (MK),” tegas Devie.

Terpisah, Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie, mengecam tindakan penyerangan yang terjadi saat sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi.

Menurut Ben, sapaanya, kejadian tersebut jelas merupakan upaya merusak iklim demokrasi, terutama karena terjadi saat proses persidangan di Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga:Menengok Program Buruan Sae, Upaya Pemkot Bandung Redam Inflasi di Sektor PanganBuktikan Komitmen Pelayanan Terbaik Honda, DAM Raih 3 Piala di KLHN 2024

Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus itu dan menangkap para pelakunya.

“Saya memohon polisi untuk mengusut tuntas. Jangan sampai Garda Pemuda NasDem dan Pemuda Pancasila yang akan mencarinya,” tekan Benn. (YUD)

0 Komentar