JABAR EKSPRES, BANDUNG – Konstelasi politik di Jabar jelang masa pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur makin dinamis. Pakar Komunikasi Politik (Kompol) Unpad S Kunto Adi Wibowo menilai, masih memungkinkan ada lebih dari satu pasangan calon pada Pilkada nanti.
Walau belum pasti, tapi peta koalisi di Pilkada Jabar mulai nampak. Hal itu terlihat dari dinamika pergeseran dukungan yang terjadi di beberapa hari terakhir.
Kunto menilai bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) ingin membentuk poros besar. Itu tidak hanya di tingkat nasional tapi juga membangun akar di tingkat daerah, salah satunya di Jabar. “KIM menginginkan koalisi besar, kalau bisa sampai lawan kotak kosong,” cetusnya.
Baca Juga:Alexandra Miroslaw Catat Rekor Dunia dan Juarai Nomor Speed Putri Panjat Tebing Olimpiade Paris 2024Kalah 0.006 detik, Desak Made Gagal Melaju ke Semifinal Olimpiade Paris 2024
Kunto membaca bahwa partai-partai yang berseberangan dengan KIM masih memungkinkan untuk membentuk poros sendiri. Misalnya PKS yang punya kandidat seperti Haru Suandharu, ataupun Nasdem yang punya kandidat Ilham Habibie. Bahkan bisa juga PDIP membangun poros baru menggandeng beberapa partai lain.
“Sekarang kan bisa saja ada komunikasi di elite. Misal penawaran posisi menteri di kabinet. Tapi kan pertaruhan juga, ambil menteri tapi tidak punya modal elektorat untuk 2024,” pungkasnya.(son)
