BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung langsung tancap gas dengan menggelar Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Bandung sementara yang membahas pembentukan pimpinan DPRD dan fraksi-fraksi, Rabu 7 Agustus 2024.
Rapat Bamus tersebut berhasil digelar hanya jelang dua hari setelah pelantikan 50 Anggota DPRD Kota Bandung pada Senin (5/8) lalu.
Rapat Bamus itu menghasilnya kesepakatan yang di antaranya bergabungnya Fraksi Demokrat dengan Fraksi NasDem DPRD Kota Bandung.
Baca Juga:Mahasiswa KKN Tematik Universitas Majalengka Distribusikan 4.000 Bibit Pohon ke Desa Sukasari Kidul dan Kelompok Tani Kukuhkan 1.000 Pengurus FOJB Generasi 12, Sekda Herman Ingatkan Empat Kunci Kompetensi Pemimpin Masa Depan
Anggota DPRD Kota Bandung dari NasDem Uung Tanuwidjaja mengatakan, dengan bergabungnya Anggota DPRD Kota Bandung dari Partai Demokrat ke Fraksi NasDem bakal menambah kekuatan baru. Pasalnya, jumlah anggota fraksi NasDem akan bertambah yang cukup signifikan.
“Tentunya bergabungnya Legislator Demokrat ke Fraksi Partai NasDem akan menambah kekuatan politik kami di parlemen,” ujar Uung-nama panggilan-Uung Tanuwidjaja ini, Kamis 8 Agustus 2024.
Uung pun menjelaskan, pihaknya tinggal menunggu surat rekomendasi resmi dari masing-masing DPP partai sebagai legitimasi parpol.
“Untuk melegitimasi bergabungnya legislator Demokrat ke NasDem kita menunggu surat rekomendasi dari masing-masing DPP partai, maka rekomendasi itu menjadi alat hukum terbentuknya fraksi NasDem dengan tambahan anggota dewan dari partai Demokrat,” kata Uung.
Dengan itu, legislator dari kedua parpol tersebut bertambah menjadi sembilan orang dengan rincian NasDem enam orang dan Demokrat tiga orang.
Dipastikan, jumlah anggota fraksi itu menghadirkan kekuatan baru untuk diperhitungkan dalam kompromi politiknya di parlemen ke depan.
Walaupun demikian, Uung tak menampik bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dengan fraksi lainnya untuk menjaga sistem check and balance.
Baca Juga:Marak Pungli, Ono Surono Dorong BPK Lakukan Audit Investigasi ke Seluruh Sekolah425 Mahasiswa Lulusan Universitas Langlangbuana Ikuti Prosesi Wisuda
“Gabungan kedua partai itu memang berpeluang bisa memainkan peran kritis dalam konteks kebijakan publik, karena tidak ada perbedaan ideologi,” pungkas Uung. (tur)
