JABAR EKSPRES – Menjelang perayaan peringatan hari kemerdekaan RI yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) 17 Agustus mendatang, ramai pemberitaan yang menyebut pemerintah berencana menyewa sebanyak 1000 mobil Toyota Alphard.
Penyewaan mobil mewah itu, diperuntukan untuk mobilitas tamu negara dan very very important person (VVIP), yang ikut dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-79 RI.
Sementara itu, berdasarkan Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Kalimantan Timut, untuk menyewa mobil Alphard tersebut, pemerintah diperkirakan harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp25 juta untuk satu unit per hari.
Baca Juga:Diperiksa Selama 6 Jam, Dua Terpidana Kasus Vina Cirebon Dicecar 21 Pertanyaan oleh Penyidik Mabes PolriDinas Perkim Jabar Tekankan Program Perbaikan Rutilahu jadi Prioritas di APBD 2025
Namun, pernyataan KSP tersebut menuai kontroversi dari sejumlah warganet. Beberapa menyebut bahwa hal itu dinilai terlalu berlebihan.
“Kenapa ga sewa bus aja dah, pake bilang buat kemerdekaan ga ada yang mahal, masih banyak prioritas lain woi daripada nyenengin pantat lu pada,” ujar salah seorang warganet di media sosial X (dulu Twitter).
“Kemerdekaan yang mana? Kalau PHK terjadi dimana-mana,” sambungnya.
Kendati demikian, Moeldoko menyatakan bahwa penggunaan anggaran negara tersebut telah melalui perhitungan matang. Serta memastikan bahwa setiap penggunaan keuangan negara telah terkontrol.
