Marak Kasus Gagal Ginjal pada Anak, Dinkes Cimahi Perketat Pengawasan Pemanis Buatan di Sekolah

ilustrasi kasus gagal ginjal pada anak/Foto: Istimewa/
ilustrasi kasus gagal ginjal pada anak/Foto: Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan pengawasan terhadap minuman yang mengandung pemanis buatan.

Hal itu dilakukan setelah maraknya kasus gagal ginjal pada anak-anak di tanah air.

“Dinkes Cimahi akan menyebarluaskan informasi terkait bahayanya atau dampak negatif dari minuman kemasan yang tinggi gula,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cimahi, Dwihadi Isnalini saat dihubungi melalui seluler, Rabu (7/8).

Baca Juga:Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, Ini yang Akan Dilakukan BPBD CimahiJelang Pilwalkot Cimahi, Disdukcapil Kebut Perekaman 7.214 KTP-el Pemilih Pemula

Dwihadi menjelaskan, penggunaan pemanis buatan, atau pemanis yang mengandung fruktosa, dapat memberatkan ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

Meskipun belum ada kasus di Kota Cimahi, pengawasan terhadap jajanan anak sekolah terus dilakukan.

“Kami menghimbau agar tidak mengkonsumsi makanan dan minuman kemasan secara berlebihan, karena meskipun sudah lolos BPOM, konsumsi berlebih tetap berbahaya,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, sekolah-sekolah di Cimahi, termasuk SMAN 3 Cimahi, turut aktif dalam pengawasan ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Cimahi, Egi Andriansyah Prayoga, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terhadap minuman yang dijual di kantin.

“Untuk pengawasan di SMAN 3 Cimahi, kita suka mengecek keliling sekolah,” kata Egi.

Meskipun ada kebijakan kewirausahaan yang membuat beberapa produk seperti kopi kemasan sulit dilarang, pihak sekolah tetap membatasi penjualan minuman berkarbonasi.

Baca Juga:Selain Kehilangan Akses Jalan, Warga Pos Wetan Padalarang Juga Terancam Dipenjarakan Pemilik LahanWisuda 799 Mahasiswa, Rektor Unpak Beberkan Pencapaian

“Untuk minuman manis, siswa di SMAN 3 Cimahi hampir di setiap kelas punya dispenser dengan air mineral,” lanjut Egi.

Inisiatif ini juga didukung oleh kesadaran orang tua siswa untuk menyediakan pilihan minuman sehat bagi anak-anak mereka.

“Kami juga selalu mengingatkan pentingnya sarapan dan konsumsi minuman yang baik. Pihak sekolah lebih menekankan untuk membawa minuman sendiri dari rumah untuk menghindari konsumsi berlebihan,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar