JABAR EKSPRES – Kali ini, saya akan membahas tentang aplikasi AbuDhabi, yang memiliki kemiripan mencolok dengan aplikasi Pertamina. Dari segi tampilan dan gambar-gambarnya, kedua aplikasi ini hampir identik.
Tampaknya, kedua aplikasi ini dibuat oleh developer yang sama dan bertujuan untuk menipu pengguna. Perbedaannya hanya terletak pada nama dan beberapa tulisan di dalamnya.
Di aplikasi AbuDhabi, modal terkecil adalah Rp50.000 dengan masa berlaku 29 hari dan menjanjikan penghasilan harian Rp5.500. Akhirnya, uang kita akan berubah menjadi Rp449.500, yang jelas tidak masuk akal. Semakin besar nilai deposit, semakin besar pendapatan yang dijanjikan. Namun, ini jelas-jelas merupakan penipuan investasi bodong.
Baca Juga:Kabar Buruk! Konser Sheila on 7 di Bandung Terancam Batal, Venue Stadion GBLA Tidak Dapat IzinCara Menyembunyikan Nomor atau Nama di Getcontact
Penting untuk diingat, aplikasi ini hanya menggunakan uang deposit dari member untuk membayar member lainnya. Selama masih ada member baru yang bergabung dan deposit, aplikasi ini akan terus berjalan. Namun, cepat atau lambat, aplikasi ini pasti akan scam dan banyak korban akan bermunculan.
Bagi mereka yang sudah mendapatkan uang dari aplikasi ini, perlu diingat bahwa uang tersebut tidak berkah karena berasal dari deposit member lain. Jika aplikasi ini scam, maka uang yang diperoleh adalah hasil dari merugikan orang lain.
Tidak hanya aplikasi AbuDhabi, ada juga aplikasi penipuan lain seperti AEG. Modus operandi mereka serupa, menawarkan investasi dengan penghasilan tinggi dalam waktu singkat dan sistem referal yang menguntungkan. Semua ini adalah tanda-tanda penipuan investasi bodong yang harus diwaspadai.
Untuk aplikasi AEG, modal terkecil adalah Rp200.000 dengan masa berlaku 25 hari, menjanjikan penghasilan yang tidak masuk akal. Sementara aplikasi Terus Sekuritas mencatut nama perusahaan asli, namun modusnya adalah menyewa dengan penghasilan yang tidak realistis.
