“Dibandingkan harga di pasar, lebih murah di bazar ini. Kalau harganya sama untuk apa kita mengejar-ngejar ke sini. Ini per lima kilo kan Rp58.000, kalau di pasar per kilonya saja sudah Rp14.500,” katanya.
Menurutnya, kualitas beras yang dijual di bazar tidak kalah dengan pasar. Ia pun mengaku sering berbelanja di bazar-bazar yang diadakan oleh Pemkot
“Saya sering belanja di bazar-bazar Pemkot. Udah pasti saya dari rumah mau beli beras, sekarang juga kebetulan ada bazar UMKM dan ada beras jadi sekalian beli,” ujarnya.
Baca Juga:Pelatih Persis Ungkap Tak Mudah Lawan Persib, Ini Alasannya!Kesulitan Mendata, Bantuan untuk Asep Irawan Tertunda Akibat Sering Pindah Tanpa Lapor
Yoyoh pun berharap agar bazar tersebut bisa diadakan lebih sering dan rutin.
“Harapan kita, lebih sering dan rutin diadakan bazar seperti ini. Khususnya ketersediaan beras ya, kalau bisa setiap minggu aja jangan setiap bulan,” kata Ibu Yoyoh.
“Bulog juga mengeluarkan berasnya banyak, jangan terbatas kalau bisa. Dulu pernah saya sudah mengantre akhirnya tidak kebagian. Harapannya lebih rutin dan sering, apalagi harganya lebih murah,” tutup Ibu Yoyoh. (Mong)
