Ketua Komisi I DPR Ingatkan TNI Evaluasi Kasus Penambakan Pemulung di Palu

Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto/ANTARA)
Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengingatkan TNI untuk melakukan evaluasi internal terhadap kasus oknum prajurit TNI Angkatan Udara yang menembak pemulung di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

‘’Semoga ini menjadi evaluasi internal TNI untuk lebih dapat memberikan pembinaan, khususnya dalam hal integritas dan moralitas anggotanya,’’ kata Meutya, dikutip dari ANTARA, Rabu (17/7).

Meutya juga mengatakan seharusnya prajurit bisa melakukan pendekatan yang lebih humanis, meskipun korban melakukan kesalahan dengan memasuki kompleks perumahan TNI AU.

Baca Juga:Gibran Bacakan Surat Pengunduran Diri sebagai Wali Kota Surakarta di Rapat ParipurnaSetoran Dividen BUMN Meningkat Drastis, BRI Jadi Kontributor Teratas

‘’Kita ketahui bersama bahwa salah satu kewajiban TNI adalah dekat dengan rakyat. Jangan karena menggunakan seragam maka bisa bertindak arogan dengan warga sipil,’’ tutur Meutya.

‘’Delapan Wajib TNI harus mandarah daging di hidup seorang prajurit agar tidak merasa lebih berkuasa dibandingkan masyarakat sipil,’’ kata Meutya.

Sebelumnya, pada Jumat (12/7), Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Hasanuddin Makassar Marsekal Pertama TNI Bonang Bayuaji mengatakan oknum prajurit TNI AU yang diduga menembak warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dipastikan akan diproses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

0 Komentar