Awas, Naik Motor Tenyata Rawan Kena Syaraf Terjepit

ILUSTRASI aktivitas yang rawan syaraf terjepit, salah satunya naik motor. (freepik)
ILUSTRASI aktivitas yang rawan syaraf terjepit, salah satunya naik motor. (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Syaraf terjepit merupakan salah satu gangguan sistem syaraf yang sangat menyiksa penderitanya. Tak ayal banyak yang mencari pengobatan jika sampai terkena.

Gangguan syaraf terjepir banyak disebabkan karena pola perilaku atau akktivitas yang konstan atau sering dilakukan berulang-ulang.

Syaraf terjepit bisa terjadi dibGian tubuh manapun, namun yang paling sering terjadi adalah di punggung dan tangan.

Baca Juga:Mengenal 3 Tingkatan Puasa Asyura, Benarkah Ada Anjuran Puasa 11 Muharram?30 Teka-teki Buah MPLS Yang Tak Terduga Jawabannya, Ada Buah Harajuku, Buah Firaun Sampai Buah Pemakaman

Ada bebeerapa kelompok yang ternyata sangat rawan terkena gangguan syaraf terjepit ditangan, jika tidak berhati-hati dalam bergerak. Seperti pada seorang yang sering naik motor.

Berikut 4 kelompok yang rawan dan berpotensi besar terkena syaraf terjepit ditangan.

1. Orang yang naik motor dalam jangka waktu yang lama

Apalagi jalannya jelek, itu akan menimbulkan getaran yang besar pada pergelangan tangan akan meningkatkan resiko syaraf terjepit pada tangan.

2. Orang yang seharian ngetik / nulis dimeja

Tipsnya :
Hindarkan posisi tangan yang kurang baik, pastikan posisi tangan lurus, pergelangan tangan tidak naik keatas, turun kebawahn tidak miring kekanan dan kekiri.  Usahakan tangan lurus dan tidak ditekan secara langsung oleh permukaan yang keras. Usahakan sempatkan melakukan streching secara berkala dan istirahatkan tangan.

3. Orang yang mengoperasikan
mesin yang bergetar

Misalnya sering pegang bor, pegang palu dan melakukan gerakan yang berulang-ulang dengan getaran dan beban.

4. Ibu hamil

Karena ada peningkatan cairan pada bagian tubuh termasuk di rongga-rongga syaraf dipergelangan tangan. Hal ini juga ditemukan pada orang yang obesitas.

Kurangi potensi gangguan saraf kejepit pada tangan dengan  memperhatikan ergonomi kerja dan lakukan stretching atau rileksasi secara rutin untuk mengurangi kekakuan otot maupun sendi.

0 Komentar