15 Tahun Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, Warga Lembang Patungan Perbaiki Jalan Rusak

Warga Kampung Pasir Ahad, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB saat memperbaiki jalan secara swadaya. Selasa (2/7). Foto Jabar Ekspres/wit
Warga Kampung Pasir Ahad, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB saat memperbaiki jalan secara swadaya. Selasa (2/7). Foto Jabar Ekspres/wit
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ramai-ramai patungan melakukan perbaikan jalan rusak tepatnya di Kampung Pasir Ahad.

Aksi ini dilakukan karena warga kesal jalan dengan status milik Pemda Kabupaten Bandung Barat tersebut, tak kunjung diperbaiki sejak 2010 lalu. Padahal, warga Kampung Pasir Ahad berkali-kali sudah mengajukan perbaikan melalui pemerintah desa setempat.

Selain melangsungkan perbaikan jalan, warga Kampung Pasir Ahad pun menempelkan kertas berupa pesan sindiran untuk pemerintah daerah.

Baca Juga:Selain Dampingi Keluarga Pegi Setiawan, Dedi Mulyadi Tanggapi Soal Kemunculan RT di Kasus Vina CirebonKWT Cimahi Sukses Tingkatkan Ekonomi Warga Melalui Penjualan Hasil Pertanian

“Pajak Harus Jalan Tak Diurus. Sumbangan Perbaikan Jalan Bukan Dari Pemda atau Dinas, Dari Warga Dan Pengusaha,” isi pesan tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua RW 02, Desa Cikole Tantan mengatakan, kekesalan warga memuncak setelah jalan di wilayahnya tak lagi masuk dalam skala prioritas pembangunan Pemda Bandung Barat. Padahal, kondisi jalan tersebut sudah rusak dari sejak 2010 lalu.

“Sudah hampir 15 tahun, dan belum diperbaiki, kekesalan warga sudah memuncak, jadi kami patungan secara swadaya memperbaiki jalan milik Pemda Bandung Barat ini,” ujar Ketua RW 02, Desa Cikole, Tantan saat dikonfirmasi, Selasa (2/7/2024).

Kerusakan jalan di Kampung Pasir Ahad membentang sepanjang 400 meter. Hal ini menurut Tantan dapat mengganggu bergeraknya roda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Apalagi lanjut dia, jalan tersebut tak hanya digunakan oleh warga sekitar, namun juga menjadi akses bagi para wisatawan yang hendak berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu dan Ciater Subang.

“Pengerjaan jalan ini sudah memasuki hari keenam, rencananya pakai rabat beton dengan estimasi biaya sekitar Rp100 juta. IsnhaAllah target 15 hari pengerjaan beres,” katanya.

“Jalan ini menghubungkan langsung dengan beberapa desa, apalagi wisatawan selalu memakai jalan ini, karena jadi lebih dekat,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar