Diakuinya, hal tersebut wajar terjadi imbas anggapan masyarakat bahwa jalan tol bakal menghindarkan dirinya terkena kemacetan. Ketetapan durasi perjalanan pun jadi keuntungan lain yang bakal individu tersebut dapatkan.
“Faktor-faktor ini yang bakal mendorong penggunaan kendaraan pribadi terkhusus mobil semakin banyak. Kalau mengurangi kemacetan rasanya enggak, di tol oke mungkin ya, tapi ruas-ruas jalan penghubung (tol) yang akan semakin menumpuk,” ujarnya
Menurutnya, study tersebut guna pembangunan tersebut dirasakan betul dampaknya oleh masyarakat. Selain itu, realitas imbas hadirnya BIUTR harus sesuai dengan skenerio awal, jangan sampai malah menimbulkan dampak sebaliknya yakni kemacetan.
Baca Juga:Jalan Penghubung 2 Desa di Cileunyi Bandung Amblas, Sementara Tak Bisa Dilintasi Kendaraan Roda 4Gun Gun Gunawan Resmi Diusung PKS Jadi Bacalon Bupati Bandung, Sejumlah Dukungan Mulai Dideklarasikan
“Kita tidak bisa terus-menerus menyediakan prasarana untuk mengakomodasi demand yang ada. Demand akan terus meningkat. Kalau demand terus meningkat, berarti kita harus terus membangun jalan baru,” tuturnya.
Menurutnya, solusi konkrit guna mengurai kemacetan di Kota Bandung yakni fasilitas dan angkutan masal yang saling terintegrasi. Diakuinya, apabila hal tersebut mampu dibenahi, lambat laun masyarakat bakal berpindah menggunakan transportasi umum.
