Untuk itu, dirinya menilai, bahwa peluang untuk berkoalisi sangat terbuka karena kesamaan sebagai partai nasionalis.
“Pada 2008 kita bersama-sama. Semoga tahun ini kita bisa mengusung wali kota dan wakil wali kota bersama lagi,” harap Sopian.
“Meskipun koalisi di pusat berbeda, jika keduanya bergabung untuk kebaikan masyarakat Kota Bogor, kenapa tidak?” tegasnya.
Baca Juga:Pemkot Bogor Janji Tingkatkan Fasilitas Rumah Potong Hewan BubulakBelum Maksimalnya Layanan Transportasi Umum Berdampak pada Hambatan Ekonomi
Dirinya menambahkan, saat ini proses penjaringan bakal calon wali kota dari Partai Gerindra masih dalam proses. Beberapa nama eksternal seperti Dedie Rachim, Sendi Ferdiansyah, dan Dokter Raendi Rayendra sudah dipanggil oleh DPD Gerindra Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Dari delapan nama yang mendaftar, sambung Sopian, proses penjaringan menyisakan lima orang berdasarkan hasil survei, dengan harapan adanya kader internal yang turut serta.
“Pada prinsipnya, Gerindra ini ingin bahwa di Pilkada Kota Bogor ini, Gerindra ada di dalamnya. Siapapun calonnya, baikitu Jenal Mutaqin atau yang lain (Pokoknya) adalah kader Gerindra,” tukas Sopian.
Sedangkan, PDI Perjuangan sendiri hampir menyelesaikan mekanisme internal untuk Pilwalkot 2024, dengan mengantongi satu nama eksternal dari hasil penjaringan bacawalkot yang akhirnya resmi ber-KTA PDI Perjuangan beberapa waktu lalu. (YUD)
