Cegah Kasus Keracunan, Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan Jajanan Sekolah

Doc. Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan usai Penutupan Pembinaan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Techno Park Cimahi (Mong)
Doc. Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan usai Penutupan Pembinaan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Techno Park Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyoroti kasus keracunan jajanan sekolah yang marak terjadi. Upaya antisipasi dilakukan untuk melindungi kesehatan anak-anak di lingkungan sekolah, khususnya SD dan SMP.

Pembinaan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PKAS) di tingkat SD dan SMP pun terus ditingkatkan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan peserta didik tetap sehat, cerdas, dan tercukupi kebutuhan gizinya selama di sekolah.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, menyatakan bahwa upaya menciptakan generasi unggul harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui asupan makanan yang sehat.

Baca Juga:Kemiskinan jadi Sorotan Pansus Raperda RPJPDProses Panjang, Persib Segera Ambil Alih Pengelolaan GBLA dari Pemkot Bandung

“Generasi saat ini menjadi generasi unggul dalam tiga aspek utama, kemampuan berpikir, emosional, dan fisik. Pencapaian ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsumsi mereka,” ujarnya pada wartawan di Techno Park, Senin (3/6).

Dikdik menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam memberikan pembinaan kepada penjual makanan di sekolah.

“Nanti akan membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan berkala di lapangan. Tim ini akan memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa memenuhi standar gizi, kesehatan, dan kehalalan yang ditetapkan,” kata Dikdik.

Pedagang jajanan di luar lingkungan sekolah juga akan mendapat pembinaan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkoperin) terkait keamanan dan kelayakan makanan mereka. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa jajanan yang dijual di sekitar sekolah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan.

“Untuk pembinaan pedagang diluar sekolah nanti akan dilakukan pembinaan oleh dinas kesehatan dan Disdagkoperin,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Sekki Intania menyatakan bahwa hingga kini, belum ada laporan kasus keracunan makanan di Kota Cimahi.

“Data kasus keracunan saat ini belum ada, saya belum terinformasikan,” ungkapnya.

Baca Juga:Atlet MMA Rahul Pinem Meninggal Dunia, Diduga Akhiri Hidup dari Ketinggian 50 Meter di Apartemen BandungUpdate Kepokmas di Kota Bandung, Harga Komoditas Cabai Semakin Melambung

Sekki menyatakan, uji coba sampel makanan dan jajanan di lingkungan sekolah rampung dalam dua bulan ke depan. Menurutnya, penyelesaian ini membutuhkan waktu yang tepat karena harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

0 Komentar